Seri-A Italia
Giovinco Tidak Mau Kembali Ke Juventus
13/01/2012
Giovinco merasa lebih dihargai di Parma.
Meski pembicaraan mengenai hak kepemilikan dirinya baru akan terjadi pada Februari mendatang, Sebastian Giovinco sudah memastikan bahwa dirinya akan menolak untuk kembali ke Juventus dan bertahan di Parma.
Giovinco sudah secara tegas mengungkapkan bahwa dirinya enggan kembali ke Turin. Selain karena ketidakpastian mendapatkan tempat di tim utama, Giovinco juga merasa Parma memang lebih serius dalam meminatinya.
"Juventus inginkan saya kembali? Satu hal yang pasti: Saya bertahan di Parma," tegas Giovinco kepada Mediaset Premium.
"Saya memilih tim ini karena mereka menunjukkan bahwa mereka memang benar-benar menginginkan saya sejak awal."
"Saya bisa belajar banyak di Juve ke pemain-pemain seperti Del Piero, tetapi saya tidak mendapatkan kesempatan itu. Mereka memilih melewati jalan lainnya, dan sekarang saya harap untuk pergi sejauh mungkin."

Giovinco sudah secara tegas mengungkapkan bahwa dirinya enggan kembali ke Turin. Selain karena ketidakpastian mendapatkan tempat di tim utama, Giovinco juga merasa Parma memang lebih serius dalam meminatinya.
"Juventus inginkan saya kembali? Satu hal yang pasti: Saya bertahan di Parma," tegas Giovinco kepada Mediaset Premium.
"Saya memilih tim ini karena mereka menunjukkan bahwa mereka memang benar-benar menginginkan saya sejak awal."
"Saya bisa belajar banyak di Juve ke pemain-pemain seperti Del Piero, tetapi saya tidak mendapatkan kesempatan itu. Mereka memilih melewati jalan lainnya, dan sekarang saya harap untuk pergi sejauh mungkin."
Saat Yang tepat Bagi Derby Della Madonnina
13/01/2012
Siap-siap menyaksikan duel menarik di San Siro akhir pekan ini.
Media olahraga ternama di Italia, La Gazzetta dello Sport, mengungkapkan bahwa Derby della Madonnina adalah derby terbaik di dunia. Media tersebut mengungkapkan bahwa dibanding rivalitas di antara dua tim sekota lainnya yang terjadi di Eropa, tak ada yang mengalahkan rivalitas antara dua seteru dari kota Milano: Internazionale dan AC Milan.
Berlebihan? Kenyataannya, rekor penonton yang hadir di tiap pertemuan keduanya dan jumlah titel yang mereka miliki jika digabungkan memang luar biasa. Menurut catatan Football Italia, Milan dan Inter bersama-sama memiliki 36 gelar scudetto Serie A, 12 Coppa Italia, 11 Supercoppa Italia, 10 gelar Piala/Liga Champions, lima Piala UEFA, lima Piala Super Eropa, lima Piala Interkontinental, dan dua Piala Dunia Antarklub. Luar biasa. Rasanya tak ada dua klub sekota lainnya di dunia yang memiliki kesuksesan yang sedemikian hebatnya. Kesuksesan yang pada akhirnya berujung pada rivalitas dan adu gengsi antara dua klub berbeda warna seragam tersebut.
Dan tegangnya duel dua tim sekota ini akan hadir lagi pada akhir pekan ini. Disamping adu gengsi yang akan terjadi karena latar belakang kesuksesan kedua klub, ada hal lain yang membuat laga ini akan semakin menarik. Apa itu?
Kedua tim sama-sama menjalani awal musim yang sangat buruk pada 2011/12 ini. Inter bahkan sampai harus mengganti Gian Piero Gasperini dengan Claudio Ranieri karena membuat Inter mengalami salah satu start musim terburuk sepanjang sejarah. Mereka bahkan sempat berkubang beberapa tingkat di atas zona degradasi Serie A dan mengalami penurunan moral yang begitu parah. Inter baru benar-benar bangkit di bulan Desember, ketika akhirnya mereka berhasil meraih kemenangan beruntun di bulan tersebut sehingga mampu mengangkat posisi mereka hingga berada di posisi lima besar saat ini.
Milan memang jauh lebih baik. Peningkatan penampilan mereka sudah muncul di sekitar bulan Oktober-November. Rossoneri pun pelan-pelan merangkat ke puncak klasemen sementara Serie A, menyaingi Juventus dan Udinese yang bermain konsisten di awal musim. Bisa dibilang, kini kedua tim sama-sama sedang berada di puncak penampilan masing-masing di musim ini.
Buktinya, Milan hingga saat ini tidak terkalahkan dalam 12 laga terakhir di Serie A. Artinya, sejak dipermalukan oleh Juventus di Juventus Arena pada awal Oktober lalu, Milan justru akhirnya mampu benar-benar bangkit dan akhirnya merangkak menuju puncak penampilan. Kini, Milan telah mengantongi tiga kemenangan beruntun sejak pertengahan Desember lalu. Terakhir, Milan membuka tahun 2012 dengan cukup baik: memberi kekalahan pertama bagi Atalanta di kandang musim ini.
Inter pun mengalami hal yang sama. Sempat naik turun di awal-awal masa kepemimpinan Ranieri, Desember akhirnya menjadi bulan keberuntungan bagi Inter. Sempat dikalahkan oleh Udinese pada awal bulan itu, Inter kemudian tak terhentikan dalam lima pertandingan berikutnya. Berturut-turut Fiorentina, Genoa, Cesena, Lecce, dan terakhir Parma dibabat oleh Inter. Nerazzurri bahkan menutup tahun 2011 dan membuka tahun 2012 dengan luar biasa: mengalahkan Lecce 4-1 dan Parma dengan skor 5-0.
Inilah masa-masa di mana puncak penampilan kedua tim sedang terjadi. Dan inilah saat yang paling tepat untuk terjadinya Derby della Madonnina. Kedua tim yang sedang dalam kondisi terbaik ini dipastikan akan memberikan penampilan terbaik mereka di pertandingan nanti.
Bagi Inter, derby nanti juga akan menjadi saat penentuan untuk melihat apakah mereka memang pantas untuk menjadi penantang gelar scudetto musim ini. Hal ini diakui sendiri oleh striker Inter, Giampaolo Pazzini.
"Pertandingan ini akan menjadi ringkasan dari penampilan kami di tahun 2011. Jika kami berhasil menang maka saya optimis dengan peluang kami untuk mengangkat trofi," katanya seperti dikutip Football Italia.
Siapakah yang memiliki peluang lebih besar di pertandingan nanti? Jawaban yang fair memang 50-50. Maklum, dengan penampilan apik kedua tim dalam beberapa pertandingan terakhir, memang sulit untuk memprediksi hasil akhir dari derby ini. Inter memang terlihat lebih superior dengan 5-0 atas Parma, namun mental pemenang Milan juga jangan pernah diremehkan.
Striker dari kedua kubu akan menjadi kunci dari derby kali ini. Milan tentu akan terus mengandalkan Zlatan Ibrahimovic, yang mengalami puncak penampilannya lagi di Milan. Namun Thiago Silva dkk. dipastikan harus berhati-hati dengan kebangkitan dua striker Inter, Diego Milito dan Giampaolo Pazzini. Nama pertama tampil hebat di pertandingan kontra Parma dengan menyumbangkan dua gol bagi La Beneamata, sementara Pazzini masih kerap membuang peluang emas di depan gawang meski akhirnya mencetak satu gol bagi Inter.
Apapun yang akan terjadi nanti, dan siapapun yang akan keluar sebagai pemenang nantinya, rasanya kita akan melihat sebuah pertandingan yang sangat menarik di Stadio San Siro akhir pekan ini. Ya, inilah waktu yang tepat untuk Derby della Madonnina!
Media olahraga ternama di Italia, La Gazzetta dello Sport, mengungkapkan bahwa Derby della Madonnina adalah derby terbaik di dunia. Media tersebut mengungkapkan bahwa dibanding rivalitas di antara dua tim sekota lainnya yang terjadi di Eropa, tak ada yang mengalahkan rivalitas antara dua seteru dari kota Milano: Internazionale dan AC Milan.

Dan tegangnya duel dua tim sekota ini akan hadir lagi pada akhir pekan ini. Disamping adu gengsi yang akan terjadi karena latar belakang kesuksesan kedua klub, ada hal lain yang membuat laga ini akan semakin menarik. Apa itu?
Kedua tim sama-sama menjalani awal musim yang sangat buruk pada 2011/12 ini. Inter bahkan sampai harus mengganti Gian Piero Gasperini dengan Claudio Ranieri karena membuat Inter mengalami salah satu start musim terburuk sepanjang sejarah. Mereka bahkan sempat berkubang beberapa tingkat di atas zona degradasi Serie A dan mengalami penurunan moral yang begitu parah. Inter baru benar-benar bangkit di bulan Desember, ketika akhirnya mereka berhasil meraih kemenangan beruntun di bulan tersebut sehingga mampu mengangkat posisi mereka hingga berada di posisi lima besar saat ini.

Buktinya, Milan hingga saat ini tidak terkalahkan dalam 12 laga terakhir di Serie A. Artinya, sejak dipermalukan oleh Juventus di Juventus Arena pada awal Oktober lalu, Milan justru akhirnya mampu benar-benar bangkit dan akhirnya merangkak menuju puncak penampilan. Kini, Milan telah mengantongi tiga kemenangan beruntun sejak pertengahan Desember lalu. Terakhir, Milan membuka tahun 2012 dengan cukup baik: memberi kekalahan pertama bagi Atalanta di kandang musim ini.
Inter pun mengalami hal yang sama. Sempat naik turun di awal-awal masa kepemimpinan Ranieri, Desember akhirnya menjadi bulan keberuntungan bagi Inter. Sempat dikalahkan oleh Udinese pada awal bulan itu, Inter kemudian tak terhentikan dalam lima pertandingan berikutnya. Berturut-turut Fiorentina, Genoa, Cesena, Lecce, dan terakhir Parma dibabat oleh Inter. Nerazzurri bahkan menutup tahun 2011 dan membuka tahun 2012 dengan luar biasa: mengalahkan Lecce 4-1 dan Parma dengan skor 5-0.
Inilah masa-masa di mana puncak penampilan kedua tim sedang terjadi. Dan inilah saat yang paling tepat untuk terjadinya Derby della Madonnina. Kedua tim yang sedang dalam kondisi terbaik ini dipastikan akan memberikan penampilan terbaik mereka di pertandingan nanti.
Bagi Inter, derby nanti juga akan menjadi saat penentuan untuk melihat apakah mereka memang pantas untuk menjadi penantang gelar scudetto musim ini. Hal ini diakui sendiri oleh striker Inter, Giampaolo Pazzini.
"Pertandingan ini akan menjadi ringkasan dari penampilan kami di tahun 2011. Jika kami berhasil menang maka saya optimis dengan peluang kami untuk mengangkat trofi," katanya seperti dikutip Football Italia.
Siapakah yang memiliki peluang lebih besar di pertandingan nanti? Jawaban yang fair memang 50-50. Maklum, dengan penampilan apik kedua tim dalam beberapa pertandingan terakhir, memang sulit untuk memprediksi hasil akhir dari derby ini. Inter memang terlihat lebih superior dengan 5-0 atas Parma, namun mental pemenang Milan juga jangan pernah diremehkan.
Striker dari kedua kubu akan menjadi kunci dari derby kali ini. Milan tentu akan terus mengandalkan Zlatan Ibrahimovic, yang mengalami puncak penampilannya lagi di Milan. Namun Thiago Silva dkk. dipastikan harus berhati-hati dengan kebangkitan dua striker Inter, Diego Milito dan Giampaolo Pazzini. Nama pertama tampil hebat di pertandingan kontra Parma dengan menyumbangkan dua gol bagi La Beneamata, sementara Pazzini masih kerap membuang peluang emas di depan gawang meski akhirnya mencetak satu gol bagi Inter.
Apapun yang akan terjadi nanti, dan siapapun yang akan keluar sebagai pemenang nantinya, rasanya kita akan melihat sebuah pertandingan yang sangat menarik di Stadio San Siro akhir pekan ini. Ya, inilah waktu yang tepat untuk Derby della Madonnina!
Milan Gagal Datangkan Tevez
13/01/2012
Efek komitmen Pato?
Bantahan Alexandre Pato terhadap spekulasi yang menyebut dirinya bakal segera bergabung dengan Paris Saint-Germain membuat AC Milan sepertinya tak ngotot untuk mendapatkan Carlos Tevez. Seperti diketahui Wakil Presiden AC Milan, Adriano Galliani, Kamis (12/1) kemarin telah mengadakan pertemuan dengan petinggi Manchester City untuk membahas rencana perekrutan Tevez. Hasilnya, pihak City tetap tak mengiyakan penawaran Milan dengan hanya peminjaman di bulan Januari dan opsi permanen di akhir musim. Dari awal, City ingin melepas eks bomber Boca Junior tersebut secara permanen.
Galliani yang biasanya jago dalam masalah transfer berarti gagal mendatangkan Tevez? Tak juga. Menurut pria berkepala plontos ini, bertahannya Pato juga menjadi faktor utama mengapa ia tak ngotot mendapatkan Tevez. "Pato memutuskan untuk bertahan, jadi kami memutuskan untuk menghentikan usaha dalam mendapatkan Tevez. Ia tak akan bergabung bersama AC Milan," terang Galliani seperti dilansir Football Italia.
Jika tawaran menggiurkan PSG mampu menggoyahkan hati Pato, terlebih ada sosok Leonardo dan Carlo Ancelotti, otomatis stok penyerang Il Diavolo makin menipis. Antonio Cassano jelas-jelas masih harus menjalani perawatan dalam jangka waktu yang lama. Zlatan Ibrahimovic, Robinho dan Stephan El-Sharawy tentu tak bisa terus dipaksakan bermain mengingat Milan masih berkompetisi di tiga ajang. "Milan adalah rumahku," sebut Pato menutup polemik kepindahan dirinya ke Paris.
Masalahnya, komitmen Pato tak cukup hanya diucapkan di mulut saja. Massimiliano Allegri tentu lebih membutuhka gelontoran gol-golnya di lapangan. Hingga musim yang sudah berjalan ini, donasi gol Pato belum menyentuh digit dua. "Pato tetap di Milan. Ia adalah pemain Milan, dan tidak ada keinginan untuk mengubahnya. Alexandre tetap bersama Milan," tandas Gilmar Veloz, agen Pato.
Well, Pato berarti tetap bersama Milan dan Milan tak mendapatkan Tevez. Lalu ke mana Tevez berlabuh?

Galliani yang biasanya jago dalam masalah transfer berarti gagal mendatangkan Tevez? Tak juga. Menurut pria berkepala plontos ini, bertahannya Pato juga menjadi faktor utama mengapa ia tak ngotot mendapatkan Tevez. "Pato memutuskan untuk bertahan, jadi kami memutuskan untuk menghentikan usaha dalam mendapatkan Tevez. Ia tak akan bergabung bersama AC Milan," terang Galliani seperti dilansir Football Italia.
Jika tawaran menggiurkan PSG mampu menggoyahkan hati Pato, terlebih ada sosok Leonardo dan Carlo Ancelotti, otomatis stok penyerang Il Diavolo makin menipis. Antonio Cassano jelas-jelas masih harus menjalani perawatan dalam jangka waktu yang lama. Zlatan Ibrahimovic, Robinho dan Stephan El-Sharawy tentu tak bisa terus dipaksakan bermain mengingat Milan masih berkompetisi di tiga ajang. "Milan adalah rumahku," sebut Pato menutup polemik kepindahan dirinya ke Paris.
Masalahnya, komitmen Pato tak cukup hanya diucapkan di mulut saja. Massimiliano Allegri tentu lebih membutuhka gelontoran gol-golnya di lapangan. Hingga musim yang sudah berjalan ini, donasi gol Pato belum menyentuh digit dua. "Pato tetap di Milan. Ia adalah pemain Milan, dan tidak ada keinginan untuk mengubahnya. Alexandre tetap bersama Milan," tandas Gilmar Veloz, agen Pato.
Well, Pato berarti tetap bersama Milan dan Milan tak mendapatkan Tevez. Lalu ke mana Tevez berlabuh?



No comments:
Post a Comment
Note: only a member of this blog may post a comment.